AS Roma Terlihat Kaget Anti Rasis Bergambar Monyet

0
143
AS Roma Terlihat Kaget Anti Rasis Bergambar Monyet
AS Roma Terlihat Kaget Anti Rasis Bergambar Monyet

AS Roma Terlihat Kaget Anti Rasis Bergambar MonyetAS Roma kaget kampanye anti rasis di Liga Italia menggunakan gambar monyet. Mereka langsung mengkritisi hal tersebut.

Sebuah kampanye anti-rasisme oleh Serie A menggunakan karya seni bergambar monyet dilaporkan The National langsung memancing respon AS Roma. Mereka dan klub Italia lainnya seperti Juventus, AC Milan dan Napoli mengaku kaget dan tidak percaya cara itu yang dilakukan untuk memerangi rasisme di dunia bola.

“Roma sangat terkejut melihat apa yang tampaknya menjadi kampanye anti-rasis dari gelaran Serie A. Kampanye itu malah menampilkan monyet yang dicat di media sosial hari ini,” rilis pernyataan Roma pada akun twitter berbahasa Inggris. “Kami memahami jika Liga ingin mengatasi aksi rasisme, tapi kami tidak percaya kalau ini adalah cara yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.”

Direktur Serie A, Luigi de Servio, sebelumnya telah mempresentasikan rencana anti-rasisme yang termasuk penandatanganan Piagam oleh seorang pemain yang mewakili 20 klub Serie A. Liga juga menampilkan karya seniman Italia, Simone Fugazzotto, di markas Milan yang menunjukkan wajah tiga monyet tetapi dengan warna yang berbeda di atas dasar warna cokelat.

Menurut Liga, karya ini “bertujuan untuk mempertahankan nilai integrasi, multikulturalisme dan persaudaraan di dunia bola”. Liga juga mengeluarkan pernyataan jika “seni sejati adalah provokasi.”

AS ROMA Bukan Satu-Satunya Pihak Yang Terkejut

Fugazzotto sendiri dilaporkan cukup rajin melukis gambar monyet, biasanya mengenakan pakaian manusia dan mewakili budaya yang berbeda dan periode sejarah tertentu. Ia memberikan alasan mengapa lebih sering melukis gambar hewan tersebut.

“Saya hanya melukis monyet sebagai bentuk metafora atau perumpamaan bagi manusia,” ujar Fugazzotto dalam wawancara dengan media menjelang perilisan kampanye. Ia juga mengingatkan kembali jika dirinya dan semua manusia awalnya adalah monyet merujuk pada teori koplak dan usang yang pernah dicetuskan oleh Darwin.

“Kami lantas mengubah konsep kembali pada rasisme, karena kita semua adalah monyet pada awalnya. Jadi, saya melukis monyet Barat, monyet Asia dan Monyet berkulit hitam juga,” pungkasnya.

FARE, sebuah organisasi pemantau rasisme, ikut kaget dan menilai pilihan seni itu sebagai “lelucon terburuk”. “Sekali lagi terjadi, Sepakbola Italia sampai membuat dunia tidak bisa berkata apa-apa. Di sebuah negara di mana pihak berwenang gagal untuk menangani segala aksi rasisme minggu demi minggunya, Serie A telah meluncurkan kampanye yang malah terlihat seperti satu lelucon sakit.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here