James, Sarez dan Bale Pentingnya Sebuah Kepercayaan

0
22
James, Sarez dan Bale Pentingnya Sebuah Kepercayaan
James, Sarez dan Bale Pentingnya Sebuah Kepercayaan

James, Sarez dan Bale Pentingnya Sebuah Kepercayaan

Kepercayaan dari klub dan pelatih adalah faktor yang krusial bagi pesepak bola. Bermain di klub yang mempercayainya, di mana dia benar-benar dibutuhkan, lebih baik daripada berada di klub besar yang jarang memberinya kesempatan turun ke lapangan. Coba tanyakan itu Gareth Bale atau James Rodriguez.

Tak jarang pemain hebat kariernya meredup karena berada di klub yang salah. Ada pula yang awalnya bersinar, tapi kemudian mulai menghilang. Ada pula yang sengaja disingkirkan oleh para petinggi di klubnya, seperti Luis Suarez.

Namun, tak jarang ada pemain yang kemudian mendapatkan kesempatan kedua. Kesempatan itu didapatkan setelah pindah ke lingkungan baru yang lebih cocok baginya.

Musim ini saja, ada beberapa kasus yang bisa kita ambil sebagai contohnya. Berikut ulasan singkatnya.

Kenapa Pindah Klub?

Mattia De Sciglio telah memperkuat Juventus sejak 2017. Musim panas kemarin, bek sayap 28 tahun Italia itu memutuskan menerima pinangan Lyon.

De Sciglio gabung Lyon dengan status pinjaman selama satu musim. Meski tidak permanen, tapi kepindahan sementara ini bisa saja menjadi titik balik dalam kariernya.

“Saya memilih gabung Lyon karena mereka percaya pada saya. Mereka juga menunjukkan kalau mereka benar-benar membutuhkan saya di sana,” tutur De Sciglio, seperti dikutip Football Italia.

“Kepercayaan yang ditunjukkan itu membuat saya langsung menerima proposal peminjaman mereka. Selain itu, waktunya juga tepat bagi saya untuk mencari pengalaman di luar negeri.”

“Saya ingin menemukan konsistensi di sini, sesuatu yang tak saya alami musim lalu. Dengan begitu, saya harap saya bisa kembali ke trek yang benar, memberikan yang terbaik untuk membantu Lyon mencapai target-target mereka musim ini. Saya juga berharap bisa main di Euro 2020.”

“Saya tak tahu apa yang akan saya lakukan di masa depan, karena saya bisa saja tetap di sini atau kembali ke Italia. Saat ini, saya benar-benar tak punya bayangan,” imbuhnya.

Kebahagiaan Itu Penting dalam Hidup maupun Sepak Bola

Tahun 2013 lalu, Gareth Bale meninggalkan Tottenham untuk bergabung dengan Real Madrid. Nama winger Wales itu pun semakin cemerlang. Kariernya melesat.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir, gara-gara cedera, performanya merosot tajam. Bale akhirnya lebih sering duduk di bangku cadangan.

Musim lalu, Bale hanya dimainkan 20 kali untuk pelatih Zinedine Zidane di semua ajang. Daripada permainannya, dia lebih sering jadi sorotan gara-gara beberapa ulahnya yang kontroversial.

Musim panas kemarin, Bale kembali ke Tottenham. Dia kembali sebagai pemain pinjaman.

“Dia [Bale] sangat bahagia, dan kebahagiaan begitu penting dalam hidup dan dalam sepak bola,” kata manajer Tottenham, Jose Mourinho, setelah Bale datang, seperti dikutip Marca.

Bale telah mencetak gol perdananya sejak kembali ke Tottenham, yakni gol penentu kemenangan 2-1 atas Brighton.

“Saya turut senang untuknya. Dia pantas mendapatkannya,” kata Mourinho waktu itu.

Jangan Sia-Siakan Dia

James Rodriguez adalah contoh yang lain. Gelandang serang 29 tahun Kolombia itu juga baru saja pindah dari Real Madrid.

James gabung Madrid dari AS Monaco usai bersinar di Piala Dunia 2014. Seiring berjalannya waktu, James mulai kehilangan tempat. Dia kemudian dipinjamkan ke Bayern Munchen periode 2017-2019. Hanya satu musim setelah kembali ke Madrid, dia hijrah ke Inggris.

James meninggalkan Madrid dan bergabung dengan klub yang namanya tak sebesar Los Blancos, yakni Everton. Namun, di klub ini, James bisa kembali bermain optimal dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Di Premier League musim ini, James telah mengukir tiga gol dan tiga assist dalam tujuh penampilan.

Manajer Everton, Carlo Ancelotti, adalah pelatih James di Bayern. Ancelotti seolah tahu bagaimana cara mengeluarkan kemampuan terbaik James. Sementara itu, pemain yang bersangkutan juga seolah nyaman bermain di bawah asuhan Ancelotti.

Di klub ini, talenta dan kehebatannya tidak disia-siakan.

Membuat Rival Tambah Kuat Adalah Sebuah Kesalahan Besar

Kasus yang sedikit berbeda juga terjadi di Spanyol. Kasus ini terjadi di klub rival Real Madrid, yakni Barcelona.

Memperkuat Barcelona sejak 2014, Luis Suarez akhirnya hengkang pada musim panas 2020. Striker 33 tahun Uruguay itu menyeberang ke salah satu pesaing Barcelona, Atletico Madrid. Ini terjadi di tengah prahara yang muncul karena Lionel Messi ingin pergi dari Barcelona, sebelum akhirnya memutuskan untuk bertahan setidaknya semusim lagi.

Beda dengan Bale dan James, Suarez masih tergolong bertaji di musim terakhirnya bersama Barcelona. Dia mencetak 21 gol dalam 36 penampilan.

Suarez mengungkapkan bahwa para petinggi Barcelona memang sudah memutuskan untuk menyingkirkannya. Bukan pelatih baru Ronald Koeman yang mendepaknya.

“Koeman mengatakan pada saya bahwa saya takkan meninggalkan klub, dan bahwa saya masih masuk dalam rencananya,” papar Suarez kepada ESPN beberapa waktu lalu. “Bukan pelatih, tapi para direkturlah yang menyingkirkan saya dari Barcelona.”

“Mereka tidak suka karena saya teman Messi,” lanjut Suarez.

“Mereka selalu komplain bahwa Messi tak akur dengan para penyerang lain di klub. Namun, ketika ada penyerang yang dekat dengan dia, mereka menyingkirkannya.”

“Hal-hal seperti inilah yang mereka putuskan. Dua tahun lalu, mereka juga ingin menyingkirkan saya untuk mendatangkan penyerang-penyerang lain.”

Suarez sudah mencetak lima gol dalam enam penampilan untuk Atletico di La Liga musim ini, sementara terbanyak kedua, hanya kalah satu gol dari Mikel Oyarzabal (Real Sociedad). Kehadirannya membuat Atletico tambah kuat.

Beberapa waktu lalu, Josep Maria Bartomeu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Klub Barcelona. Namun, Suarez sudah terlanjur menjadi salah satu senjata andalan tim rival.

Itu sudah menjadi sebuah kesalahan besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here