Melihat Moise Kean Ibaratkan Melihat Sosok Platini, Ungkap Ancelotti

0
159
Melihat Moise Kean Ibaratkan Melihat Sosok Platini, Ungkap Ancelotti
Melihat Moise Kean Ibaratkan Melihat Sosok Platini, Ungkap Ancelotti

Melihat Moise Kean Ibaratkan Melihat Sosok Platini, Ungkap AncelottiAncelotti bagaikan lihat Platini di diri Moise Kean. Pelatih klub Liga Inggris itu diplomatis membahas masalah sang pemain muda.

Carlo Ancelotti secara sabar menanggapi masalah yang tengah dihadapi oleh salah satu pemainnya di Everton, Moise Kean. Ia dilaporkan NST menilai sang pemain memiliki masalah yang sama dengan yang pernah dialami oleh Michel Platini saat masih memperkuat Juventus di era 80-an.

Masih berusia sangat muda 19 tahun, Kean hanya mampu mencetak 13 gol saja di Premier League sejak didatangkan dari Juventus. Hal ini membuatnya terus mendapatkan kritik, terutama dari sebagian fans yang kecewa melihat performa pemain yang didatangkan pada bulan Agustus tersebut.

“Jadi gini, pada saat saya masih jadi pemain saya ingat Platini datang ke Juventus dari Saint Etienne. Ia datang pada usia 27 tahun dan perlu adaptasi sampai 6 bulan dan itulah Platini,” ujar Don Carlo.

“Saya punya masalah yang sama dengan Hirving Lozano pada saat ia datang ke Napoli. Dia lebih tua dua atau tiga tahun di atas Kean… Jadi maksud saya, kita semua harus sabar dengan para pemain muda.”

Ancelitto Akan Memberi Kean Waktu Untuk Berkembang di Everton

Pelatih Italia itu akan mengarahkan skuad The Toffess untuk pertama kalinya di laga melawan Burnley. Jelang laga dirinya jadi ingat kenangan saat masih melatih Napoli dan ingat jika Kean adalah salah satu pemain yang sempat ingin Napoli inginkan.

“Saya masih ingat kalau Kean ini adalah pemain yang pernah Napoli inginkan, tapi dia malah pilih ke sini. Dia punya kualitas yang bagus kok dan saya yakin kalau dia nantinya akan menjadi pemain top, tapi sekarang dia masih berusia 19 tahun cui. Semuanya masih baru banget bagi dia di sini. Sabar sajalah,” pungkasnya.

Kehadiran sang manajer sendiri masih disambut antusias oleh klub dan suporter mereka. Sempat terlalu lama menjadi klub papan menengah sedikit senggol papan bawah, mereka ingin melihat tim idolanya merangkak naik di klasemen sementara Liga Inggris. Carlo telah memberikan mereka semangat untuk berani bermimpi finish setinggi mungkin dan main di Liga Champions.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here