Tahun Sial Real Madrid: 0 Trofi, Terancam Disanksi UEFA, Tanpa Wakil di Timnas Spanyol

0
218
Tahun Sial Real Madrid 0 Trofi, Terancam Disanksi UEFA, Tanpa Wakil di Timnas Spanyol
Tahun Sial Real Madrid 0 Trofi, Terancam Disanksi UEFA, Tanpa Wakil di Timnas Spanyol

Angpaosport – Musim 2020/21 resmi berakhir untuk Real Madrid. Musim ini bisa dikatakan jadi musim yang paling ingin dilupakan oleh El Real.

Tim yang bermarkas di Ibukota Real Madrid itu resmi mengakhiri musim 2020/21 kemarin malam. Saat mereka menang melawan Villarreal dengan skor 2-1.

Hasil itu membuat Real Madrid mengakhiri musim sebagai runner up La Liga. Itu berarti mereka gagal untuk mempertahankan gelar juara mereka musim lalu.

Kegagalan mempertahankan gelar juara La Liga itu bukan satu-satunya nestapa yang dirasakan Real Madrid. Ada sejumlah kepahitan yang harus dirasakan El Real sepanjang tahun ini.

Gagal Juara Di Menit Akhir

Kepahitan pertama yang dirasakan Real Madrid adalah kegagalan mereka menjadi juara La Liga di musim ini.

Mereka bersaing ketat dengan Atletico Madrid hingga jornada ke-38 La Liga. Jika Atletico Madrid terpeleset melawan Real Valladolid dan Madrid menang melawan Villarreal, maka Los Blancos yang akan menjadi juara.

Skenario impian itu nyaris terjadi, saat Real Valladolid unggul terlebih dahulu melawan Atletico Madrid. Namun ternyata sang tetangga malah comeback 2-1 atas Valladolid dan akhirnya mengunci gelar juara. Sungguh cara yang menyakitkan untuk gagal juara.

0 Trofi

Kegagalan Real Madrid menjuarai La Liga itu membuat El Real resmi mengakhiri musim tanpa gelar juara.

Di ajang Copa Del Rey, Real Madrid dikalahkan Alcoyano di babak 32 besar. Di Supercopa de Espana, mereka kalah melawan Athletic Bilbao di semi final.

Di Liga Champions, lebih nelangsa lagi. Mereka dikalhkan Chelsea di semi final. Sehingga tidak ada satupun tambahan trofi juara di lemari juara Real Madrid saat ini.

Baca Juga : Awali Musin Tanpa Kehadiran De Roon, Membuat Atalanta Sedikit Terpukul

Badai Cedera Dalam Squad

Musim Real Madrid bisa dikatakan cukup buruk di musim ini karena badai cedera yang silih berganti menghantam El Real.

Saking banyaknya cedera yang dialami Real Madrid, Zidane sampai frustrasi karena jumlah skuatnya yang sangat terbatas. Alhasil ia memilih mengorbitkan beberapa pemain muda dari tim Castilla Real Madrid.

Absennya sejumlah pemain El Real ini sedikit banyak membuat Real Madrid tidak bisa tampil konsisten sejak awal musim.

Pemain Muda Yang Ampas

Salah satu yang jadi nestapa Real Madrid di musim 2020/21 ini adalah para pemain muda mereka yang tidak bisa menggantikan peran para pemain inti yang cedera.

Pemain-pemain yang diharapkan jadi pembeda seperti Vinicius jr, Rodrygo, dan Marco Asensio justru tidak berdaya sepanjang musim ini. Alhasil Real Madrid tidak punya pembeda selain Karim Benzema di saat-saat krusial.

Eden Hazard Magabut

Salah satu hal yang paling bikin fans Madrid gigit jari di musim ini adalah Eden Hazard yang makan gaji buta.

Eden Hazard didatangkan Real Madrid dengan harga 100 juta Euro di musim panas tahun 2019 dengan harapan bisa menjadi pembeda baru bagi El Real pasca ditinggal Cristiano Ronaldo. Namun apa kenyatannya? Hazard hanya jadi beban klub.

Gara-gara cedera berkepanjangan, ia hanya 21 kali bermain untuk Real Madrid. Dari 21 penampilan itu ia hanya membuat empat gol dan satu assist. Sungguh cara yang buruk untuk buang-buang uang.

ESL Gagal Total

Salah satu nestapa terbesar Real Madrid di laga ini adalah kegagalan proyek European Super League (ESL) yang mereka gagas.

Florentino Perez yang menjadi salah satu otak di balik turnamen ini. Ia dan 11 klub top Eropa lainnya resmi meluncurkan turnamen itu dengan harapan bisa memperbaiki pendapatan klub.

Namun malah Real Madrid ‘dikhianati’ karena sembilan klub lainnya memilih mundur akibat mendapatkan desakan yang bertubi-tubi baik dari UEFA dan federasi setempat. Jadi Madrid yang tetap bertahan dengan rencana ini malah namanya tercoreng.

Terancam Gagal Ke UCL

Keputusan Real Madrid untuk tetap bertahan dengan rencana ESL ini menimbulkan masalah baru.

UEFA dilaporkan tengah melakukan proses investigasi kepada Madrid dan dua klub lainnya yang ngotot bertahan dengan rencanna melanjutkan ESL ini.

Jika dinyatakan bersalah, Real Madrid berpotensi dua tahun ke depan tidak bisa bermain di UCL meski mereka berhasil memastikan satu jatah ke turnamen itu via La Liga.

Di Tinggal Sang Pelatih

Kepedihan berikutnya yang berpotensi dialami fans Real Madrid dalam beberapa hari ke depan adalah perginya sang pelatih, Zinedine Zidane.

Beberapa pekan terakhir, gencar berhembus rumor bahwa Zidane akan cabut dari Real Madrid. Manajer asal Prancis itu diberitakan sudah tidak kuat dengan tekanan yang ada di Real Madrid.

Kepergian Zidane ini tentu akan jadi kehilangan besar bagi Madrid, karena legenda hidup El Real itu sudah mempersembahkan banyak trofi bergengsi bagi El Real.

Terancam Eksodus Pemain

Tidak hanya Zidane yang bakal meninggalkan Real Madrid, namun beberapa pemain inti mereka juga terancam hengkang.

Nama-nama penting seperti Raphael Varane, Sergio Ramos, Lucas Vazquez dan Marcelo diberitakan sudah berada di ambang pintu keluar Real Madrid di musim panas ini.

Jika pemain-pemain inti itu pergi, bisa dipastikan El Real bakal semakin goyah di musim 2021/22 jika mereka tidak membeli pengganti yang sepadan.

Mantan Pemain Malah Menjadi Juara

Kepedihan yang dirasakan Real Madrid semakin terasa setelah melihat dua pemain mereka lepas justru menjadi juara di klub lain.

Pemain pertama adalah Achraf Hakimi. Sang bek berhasil membawa Inter Milan menjadi juara Serie A setelah dilepas Real Madrid di musim panas tahun lalu.

Namun yang paling menyesakkan adalah Marcos Llorente, gelandang yang mereka buang ke Atletico Madrid justru menjadi salah satu aktor dibalik keberhasilan sang tetangga menjuarai La Liga musim ini.

Tanpa Wakil Di Timnas Spanyol

Kabar terbaru dan bisa dikatakan jadi noda besar dalam sejarah Real Madrid adalah tidak ada pemain mereka yang masuk skuat Euro 2020 Timnas Spanyol.

Sepanjang sejarah klub, Los Blancos selalu menyumbangkan pemain-pemain terbaik mereka ke Timnas Spanyol. Bahkan pemain-pemain El Real selalu menjadi kerangka inti La Furia Roja.

Namun untuk Euro 2020 ini tidak ada satupun pemain Real Madrid yang masuk. Ini benar-benar jadi aib tersendiri bagi El Real selaku tim tersukses di Spanyol.