Merasa Tua dan Muda Setelah Sepuluh Tahun Membela Liverpool

0
14
Merasa Tua dan Muda Setelah Sepuluh Tahun Membela Liverpool
Merasa Tua dan Muda Setelah Sepuluh Tahun Membela Liverpool

Berita Bola – Merasa Tua dan Muda Setelah Sepuluh Tahun Membela Liverpool – Pencapaian Henderson di Liverpool tak bisa dipinggirkan lagi, sebagaimana gelandang Mackem ini sudah sepuluh tahun bersama Anfield Gank.

Lahir di Sunderland, Jordan Henderson kemudian menjelma sebagai sosok penting di Liverpool. Tahun dirinya bergabung pada 2011, ketika masih berusia 19 tahun, tak pernah dianggap sebagai perekrutan yang sukses.

Naik-turun karier dirasakan Henderson selama bersama Liverpool, bahkan dirinya pernah masuk rencana untuk dijual ke Fulham, namun memilih berjuang di Anfield hingga akhirnya menjadi salah satu pemain andalan Jurgen Klopp.

Berbagai gelar dicapai Henderson bersama Liverpool, membuatnya sosok yang kini dihormati meski sempat menjadi pemain yang tidak diinginkan. Henderson sendiri tidak menyangka ia bisa selama ini bersama The Reds.

“Saya tidak begitu yakin! Rasanya seperti terbang. Rasanya seperti saya semakin tua, tetapi saya masih merasa sangat muda. Saya berusia 30 tahun, masih banyak waktu tersisa dalam karier saya. Tapi [sudah] sepuluh tahun yang luar biasa, sepuluh tahun yang luar biasa,” kata Henderson.

Peran Henderson cukup vital di dalam dan luar lapangan, maka tak heran ia ditunjuk sebagai kapten. Liverpool menikmati Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, hingga mengakhiri paceklik gelar liga, ketika Henderson sebagai kapten.

Baca Juga : Jack Grealish Berikan Alasan Inggris Bisa Juara Euro 2020

“Saya hanya berharap ada lebih banyak lagi yang akan datang di masa depan. Tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. dan saya tahu dalam sepak,bola banyak hal berubah dengan sangat cepat dan banyak hal harus berakhir juga,” kata pemain 30 tahun itu.

“Saya sangat bersyukur bahwa saya harus menghabiskan sepuluh tahun setidaknya di klub sepakbola ini, dan mencapai hal-hal yang telah saya capai. Dan sekali lagi, saya harus berterima kasih kepada semua orang yang mendukung kami selama ini: penggemar, pemain, [dan] staf luar biasa, dan saya sangat beruntung dan beruntung telah bekerja dengan mereka semua, dan mereka telah memberi kami mimpi.”

Henderson sadar pencapaiannya saat ini tak akan lengkap dan tak terjangkau jika bukan karena kepercayaan orang-orang di dalam klub. “Mereka semua bersama-sama telah membuat impian saya menjadi kenyataan, dan saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada mereka, sungguh,” tukasnya.